Menu

Xiaomi Mi TV 4A, Terjangkau dan Menggiurkan

September 22, 2018 - Teknologi
Xiaomi Mi TV 4A, Terjangkau dan Menggiurkan

Selain smartphone, Xiaomi juga menjual berbagai elektronik lainnya. Untuk pasar Indonesia, mereka resmi mengumumkan televisi pintar Mi TV 4A. Mengadopsi OS Android, Smart TV ini juga merupakan salah satu yang termurah, dengan banderol Rp2 juta.

Mungkin sebagian orang akan meragukan kualitas yang ditawarkan, karena biasanya jajaran televisi pintar dan bagus dengan ukuran layar yang sama, dipatok mulai dari Rp3,5 juta. Medcom.id berkesempatan menjajal Xiaomi Mi TV 4A lebih jauh. Berikut ulasan lengkapnya.

Xiaomi Mi TV 4A mengusung layar 32 inci, ukuran standar untuk TV masa kini. Oleh karena itu, dimensinya yang tidak terlalu besar membuatnya mudah dipindahkan. Namun, pada umumnya TV LED punya bobot yang cukup diperhitungkan.

Kendala tersebut tidak berlaku untuk Mi TV 4A, yang punya bobot keseluruhan 4kg. Cukup ringan sehingga Anda bisa membawanya dengan satu tangan. Hal ini sangat memudahkan proses pemasangan. Medcom.id telah mencoba memasangnya di ruang redaksi kami dan hanya membutuhkan satu orang untuk memasangnya hingga berdiri dan menyala.

Secara tampilan, Mi TV 4A tidak berbeda dengan TV LED pada umumnya. Ini terbukti dari balutan warna hitam di seluruh bodinya. TV pintar ini mencoba merangkul pasar yang cukup luas, dengan menyediakan beberapa antarmuka yang masih dipakai oleh konsumen yang belum menggunakan TV pintar.

Harus diakui, panel layar Mi TV 4A tidak terlihat kuat. Bukan berarti layar langsung retak jika Anda menyentuhnya, panel layar yang terpasang tidak cukup kuat ketika ditekan pengguna, sehingga tampilan akan sedikit terganggu sampai tekanan tersebut hilang. Tentunya, ini bukan masalah berarti mengingat TV adalah produk yang biasanya terpasang rapi di rumah.

Panelnya menggunakan jenis LED resolusi HD, sehingga warna hitam yang seharusnya ditampikan gambar menjadi terlihat sedikit abu-abu di Mi TV 4A. Medcom.id memaklumi hal ini, karena apabila dibandingkan dengan telveisi pintar berpanel OLED maka warna hitam yang ditampilkan akan benar-benar hitam pekat.

Hal ini juga terasa pada warna yang dihasilkan, Mi TV 4A menghasilkan rentang warna yang cukup detil, tetapi kecerahan warnanya terasa kurang kuat.

Satu kelemahan yang cukup membuat kami khawatir saat memasang Mi TV 4A adalah kakinya yang terbuat dari material plastik. Sebenarnya, kompetitor Xiaomi juga menggunakan material yang sama pada umumnya. Hanya saja saat dipegang, kaki penyangga ini cukup terasa ringkih.

Pada bagian belakang, Anda bisa melihat ketersediaan tiga port HDMI, dua port USB 2.0, port Ethernet, serta port AV yang identik dengan tiga warna, bahkan port antena. Ya, antarmuka AV memang sudah ketinggalan zaman, dan Xiaomi tetap ingin menyediakannya untuk konsumen yang mungkin masih menggunakan layanan TV kabel dengan konektivitas tersebut.

Sebagai TV pintar, Mi TV 4A mendukung konektivitas nirkabel, melalui Wi-Fi dual-band dan Bluetooth 4.2. Wi-Fi dual-band berarti Anda bisa menghubungkannya dengan jaringan Wi-Fi yang berjalan pada frekuensi 2,4GHz dan 5GHz. Dalam pengujian, kami menghubungkannya dengan jalur 5GHz, yang menawarkan kecepatan lebih baik dan minim intervensi.

Pertama kali menggunakannya, Anda harus melakukan pairing antara remote dengan Mi TV 4A lewat opsi Pengaturan dan konektivitas. Setelah melakukannya, Anda bisa menggunakan perintah suara yang diakses lewat tombol khusus dan mikrofon di remote.

Desain remote Mi TV 4A tergolong minimalis, tapi masih memberi kesan modern, meskipun menggunakan material plastik. Tidak banyak tombol yang tersedia, remote terseut menyediakan dua buah tombol lingkaran besar di bagian tengah yang berguna sebagai tombol navigasi.

Google Assistant sangat cepat merespons perintah dan cukup akurat selama pengucapan Anda jelas. Berkat konektivitas Bluetooth antara remote dan televisi, Anda tidak perlu mengarahkannya ke televisi saat digunakan.

Beralih ke software dan kemampuannya, sebagai TV pintar, Mi TV 4A mengadopsi OS Android dengan antarmuka Patchwall. Patchwall adalah antarmuka Xiaomi untuk televisi yang mengedepankan desain interaktif dan kemudahan dalam mengakses aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan hiburan.

Patchwall tidak hadir sebagai antarmuka default sehingga bisa diaktifkan lewat opsi pengaturan. Antarmuka Android di Mi TV 4A tidak berbeda dengan televisi pintar lainnya yang juga menggunakan Android. Namun, kami menemukan fitur berupa memory cleaner seperti yang dijumpai di smartphone.

Saat beralih ke antarmuka Patchwall, desain tampilannya menurut kami lebih buruk. Dari segi pemilihan jenis huruf atau font saja Medcom.id langsung familiar dengan desain antarmuka produk-produk buatan Tiongkok atau terasa kurang dioptimalkan.

Pada opsi pilihan konten, Medcom.id menemukan bahwa antarmuka PatchWall hanya menyediakan pilihan konten video saja dari beberapa penyedia konten video termasuk video streaming seperti Catchplay, Hooq, dan lain-lain. Kami sempat mengira bahwa Patchwall juga akan menyediakan toko aplikasi sendiri, dan ternyata tidak demikian.

Kesimpulan
Dibanderol dengan harga sangat murah yakni Rp2 juta, Medcom.id memang tidak berharap banyak pada Mi TV 4A 32 inci, selain harga yang sangat murah.

Sejak awal, jelas memang Mi TV 4A mengusung resep Xiaomi menurut Lei Jun, yaitu menyediakan akses ke teknologi terkini lewat harga terjangkau.

Fitur perintah suara yang menjadi kunci daya tarik penggunaan televisi pintar sukse dihadirkan oleh Mi TV 4A responsnya cepat dengan pengoperasian yang mudah. Selain itu port yang tersedia di belakangnya juga banyak dan beragam.

Port yang beragam tersebut membuat Mi TV 4A mendukung konektivitas dengan antena untuk menjadi TV analog atau terhubung dengan konsol lawas yang menggunakan port AV seperti PlayStation 2 dan mungkin perangkat lainnya.

Dibalik kekurangannya, menurut Medcom.id produk ini masih layak dimiliki apalagi menjadi alternatif produk televisi pintar premium seperti buatan Samsung, Sony, dan LG yang tentunya dibanderol dengan harga hampir setara atau melebihi smartphone termahal di pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.