Menu

Reino Barack, Bima Satria Garuda dan Falsafah Hidup Samurai

September 22, 2018 - Intermezzo
Reino Barack, Bima Satria Garuda dan Falsafah Hidup Samurai

Setelah diangkat ke layar lebar, karakter Bima Satria Garuda akan kembali tayang di televisi dalam bentuk serial. Menurut sang kreator, Reino Barack, serial Bima Satria Garuda terbaru akan dirilis pada Januari 2019.

Bima Satria Garuda merupakan pahlawan super yang terinspirasi dari serial tokusatsu Jepang. Negeri Sakura memang begitu dekat dengan Reino. Sejak kecil Reino terpapar kisah pahlawan super Jepang baik di serial maupun film. Bagi Reino, ada kekhasan yang dimiliki film superhero Jepang dibandingkan dengan Amerika.

“Saya buat film superhero karena saya melihat segi edukasinya. Saya besar dengan menonton film-film superhero Jepang yang berbeda dengan superhero Amerika. Kalau film superhero Amerika, mungkin asal keren, oke beres. Tapi kalau di Jepang ada esensi bushido-nya. Bushido itu way of life samurai, disiplin, bersih, dan ksatria. Itu yang selalu ditanamkan ke anak-anak Jepang lewat film-film superhero-nya,” jelas Reino Barack saat berbincang dengan Medcom.id di News Room Metro TV, Kedoya, Jakarta, Jumat (21/9/2018)

Nilai-nilai itulah yang diterapkan Reino ke dalam cerita Bima Satria Garuda. Dia tak ingin hanya melengkapi Bima Satria Garuda dengan tampilan visual hasil teknologi mutakhir, tapi juga hendak membuat penonton anak-anak memiliki panutan baru yang mengajarkan kebaikan.

“Superhero Jepang itu setting-nya kebanyakan misalnya anak yatim piatu tapi jiwanya kuat. Menurut saya itu penting sekali. Karena si superhero-nya inilah yang akan menjadi role model di luar keluarga anak-anak ini. Dan nilai itu sangat relate juga di Indonesia. Terbukti program (Bima Satria Garuda) terbilang sukses karena ratingnya bagus,” ujarnya.

Sejak pertama tayang pada 2013, Reino selalu terlibat aktif dalam produksi Bima Satria Garuda. Di sela kesibukannya sebagai pengusaha, pria yang kini menjabat Komisaris Medcom.id ini selalu meluangkan waktu untuk karakter ciptaannya itu.

“Semuanya saya (terlibat). Dari ide kreatif, duit, kru. Kan beda ya kalau orang yang cuma menaruh duit sama enggak. Dan saya kalau kerja memang orangnya hands-on. Pasti terjun. Tapi rupanya seperti senjata makan tuan karena malah jadi kebanyakan proyek sehingga jarang tidur,” katanya sembari tertawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.